Kabupaten Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Garuda AI Impact Summit 2026 Regional
SIDOARJO, kasatmata.id | Kabupaten Sidoarjo menjadi tuan rumah Garuda AI Impact Summit 2026 Regional, yang diselenggarakan dalam kolaborasi antara Garuda AI, Binar, Microsoft, Kementerian Komunikasi dan Informatika Digital (Komdigi), serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Acara yang berlangsung di Pendopo Delta Wibawa pada pagi hari ini (Selasa) dihadiri oleh 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) pengelola media sosial Otonomi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo dan 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Sidoarjo, Ainun Amalia.
Baca juga:
Optimalkan Swasembada Pangan, Polsek Prambon Masifkan Pengelolahan Tanaman Jagung
Empat narasumber berbagi pemikiran dalam acara bertema “AI For Digital Economic” ini, yaitu Direktur Binar Dita Aisyah, pegiat UMKM dan AI Jawa Timur Abdul Mughits, Widyaiswara Kementerian Komunikasi dan Digital RI Yuliar M Zega, serta CEO Dapoer Digital Kreatif Sinar Hadi Wijaya.
Dalam sambutannya, Ainun Amalia menyatakan bahwa penyelenggaraan summit ini merupakan langkah strategis dalam akselerasi teknologi daerah. Menurutnya, Artificial Intelligence (AI) saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Hari ini, Sidoarjo tidak hanya menjadi saksi, tetapi menjadi kontributor utama dalam agenda strategis nasional melalui Garuda AI Impact Summit 2026,” ucapnya.
Ainun menjelaskan bahwa implementasi pemerintah digital di Sidoarjo bukan sekadar wacana, karena daerah ini telah membangun fondasi ekosistem digital yang kokoh dan inklusif sebagai bentuk komitmen nyata dalam transformasi daerah. AI, katanya, harus dipandang sebagai “pengungkit” untuk memperkuat tiga pilar utama pembangunan.
Ketiga pilar tersebut adalah akselerasi tata kelola pemerintahan (smart governance), transformasi komunikasi publik yang responsif, serta inklusivitas ekonomi digital bagi UMKM. Integrasi AI dalam sistem pemerintahan daerah bertujuan untuk menyederhanakan birokrasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan berbasis data.

“Kita ingin menciptakan birokrasi yang lebih ramping namun lebih cerdas dalam melayani,” ujarnya.
Selain itu, Kabupaten Sidoarjo terus mewujudkan transformasi komunikasi publik yang responsif, di mana seluruh ASN diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang cepat, akurat, dan adaptif. “AI hadir sebagai mitra strategis untuk mendeteksi isu secara dini dan menyusun narasi publik yang lebih tepat sasaran,” jelas Ainun.
Dalam konteks ekonomi digital, Pemkab Sidoarjo berkomitmen memastikan bahwa kecanggihan teknologi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi juga menjadi alat produksi bagi UMKM untuk naik kelas dan bersaing di pasar global. “Ini adalah peluang emas bagi peserta untuk mendapatkan keterampilan aplikatif yang nyata melalui sesi materi dan diskusi. Jadikan forum ini sebagai ruang untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sidoarjo Eri Sudewo menyampaikan bahwa penyelenggaraan summit ini memiliki beberapa sasaran utama, salah satunya menghasilkan Peta Jalan Komitmen AI Lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Baca juga:
Polda Jatim Gelar MCU Gratis untuk 2.000 Buruh Jelang May Day
“Hasil dari peta jalan lokal ini akan dikonsolidasikan ke dalam Buku Kebijakan AI (AI Policy White Paper) yang akan diluncurkan pada puncak acara National AI Summit mendatang,” ucapnya.
Eri berharap acara ini dapat membangun fondasi ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan ekonomi digital bagi UMKM di Sidoarjo. @dieft












