Cegah Radikalisme, Polresta Sidoarjo Masuk SMP Muhammadiyah 8
SIDOARJO, kasatmata.id | Membentengi generasi muda dari pengaruh yang merusak persatuan sejak dini, Sat Binmas Polresta Sidoarjo menyambangi ratusan siswa-siswi SMP Muhammadiyah 8 di Tanggulangin, Senin (21/9/2026). Penyuluhan ini bukan sekadar menyampaikan larangan, melainkan membekali para pelajar pemahaman mendalam tentang bahaya kenakalan remaja, perundungan, serta paham radikalisme yang kini kian masif menyusup ke lingkungan pendidikan maupun ruang maya.
Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetiyanto memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa lingkungan sekolah adalah tempat membangun karakter, bukan tempat menyebarkan kebencian atau kekerasan. Para siswa dibekali pemahaman hukum agar mampu membedakan mana pergaulan yang sehat dan mana yang berpotensi menjerumuskan, serta berani berkata “tidak” terhadap ajakan yang melanggar aturan maupun norma kesusilaan.
Baca juga:
Bukan Sekedar Bangunan Fisik, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Warga
“Sekolah adalah rumah kedua. Di sinilah kita belajar menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermoral. Jangan menjadi pelaku maupun korban perundungan. Dan waspadai paham yang memecah belah — baik secara langsung maupun lewat media sosial. Radikalisme menyamar dengan berbagai wajah, tujuannya satu: merusak persatuan yang telah dibangun bangsa ini,” ujar Kompol Inggit.

Materi penyuluhan juga mencakup cara mengenali tanda-tanda pengaruh paham radikal, menghindari konten yang mengandung ujaran kebencian, serta pentingnya melaporkan kepada guru atau pihak berwenang jika menemukan hal yang mencurigakan. Para pelajar diajak menjadi pelopor kedamaian di lingkungannya — menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan antarteman, dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Baca juga:
Danrem Tegaskan Koperasi Merah Putih Rumah Ekonomi Warga
Pihak sekolah menyambut baik kehadiran kepolisian dan menyatakan siap bersinergi menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan pendidikan. Polresta Sidoarjo mengimbau para pelajar menjadi generasi yang bijak dalam bergaul maupun bermedia sosial, serta tidak ragu melapor ke pihak berwenang apabila menemukan potensi gangguan keamanan di sekitar tempat tinggal mereka.
Kegiatan Polisi masuk SMP ini menjadi bukti nyata kemitraan antara kepolisian dan dunia pendidikan. Pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan, agar setiap pelajar tumbuh menjadi warga negara yang taat hukum, menjaga persatuan, dan berkontribusi positif bagi lingkungannya. @dieft












