Abdi Desa Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai Wujud Bela Negara

Foto: Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Panitia warga Madureso dalam kegiatan sosialisasi di balai desa Madureso, Dawar Blandong, Mojokerto. (Sumber: Dokumen Pribadi)

Abdi Desa Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai Wujud Bela Negara

kasatmata.id, Mojokerto | Rabu, 26 November 2025. Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur terpanggil melaksanakan pengabdian masyarakat Bela Negara bertajuk “Lembara Abdi Desa”.

Baca juga:

7 Atpol Negara Sahabat Hadiri Apel Kasatwil Polri 2025, Komitmen Wujudkan Keamanan Global

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Abdi Desa ini, dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi sebagai volunteer dari Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik. Program Abdi desa dilaksanakan pada akhir bulan Juni 2025 lalu di desa Madureso, Dawar Blandong, Mojokerto.

Adapun kegiatan dalam Abdi Desa diantaranya berupa: Edukasi Konsep Diri yang Positif dengan sasaran Karang Taruna Desa Madureso. Edukasi Menjaga Anak dari Pengaruh Media dengan sasaran ibu-ibu PKK desa Madureso. Serta Kerja Bakti Lingkungan Desa Madureso.

Lovita Fatihah, sebagai salah satu tim koordinasi panitia mahasiswa edukasi Konsep Diri Positif menyatakan situasi saat ini sangat penting untuk menanamkan pemahaman Konsep Diri Positif pada remaja.

“Saya melihat banyak kasus gen Z yang mudah baper, over thinking, mudah kecil hati, kurang memiliki rasa tanggung jawab. Ini semua asalnya dari konsep diri yang salah. Jika saja remaja memiliki konsep diri positif terhadap dirinya, pasti akan memiliki penilaian yang positif pula terhadap dirinya sendiri,“katanya.

Foto: Panitia sebelum kegiatan sosialisasi dimulai (sumber: Dokumen Pribadi)

”Meyakini dirinya adalah pribadi yang baik dan berkarakter positif. Sehingga berani menerima tantangan, peluang, tangguh menghadapi tekanan dan ikhlas menjalani proses,“ sambung Lovita biasa ia disapa.

Dosen Bela Negara Dr. Eunike Rose Mita Lukiani, M.Pd menyatakan Konsep Diri Positif berkaitan erat dengan nilai Bela Negara ke-5 yaitu Memiliki Kemampuan awal Bela Negara.

“Kemampuan awal Bela Negara tidak semata berhubungan dengan kemampuan fisik dalam berperang (militer). Namun juga termasuk bermental kokoh, berintegritas dan memiliki kepercayaan diri sesuai nilai-nilai Pancasila. Mens sana in corpore sano, yang berarti di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Bagaiamana bisa negara kuat, jika mental pemudanya lemah?,“ujar beliau.

Sementara itu kordinator Dosen Bela Negara, Dra Sri Wibawani, M.Si menyatakan, di dalam diri anak muda harus memiliki jiwa yang sehat. “Masa muda adalah masa peningkatan kekuatan fisik, kelincahan dan daya tahan tubuh. Oleh sebab itu seharusnya jiwa muda diisi dengan semangat bukan ketakutan atau pesimisme,” jelasnya.

Baca juga:

Polri Undang Kepolisian Hong Kong, Pelajari Model Penanganan Aksi Massa

”Semangat untuk membangun masa depanmu dan untuk membangun Bangsa. Jangan biarkan kekuatan serta optimismu digerogoti oleh penilaian diri yang salah terhadap kapasitas dirimu sendiri. Jadilah pemuda yang kuat dan sehat, karena pemuda tulang punggung bangsa,“ tandas Dra Sri Wibawani, M.Si.

Penulis: Eunike Rose Mita Lukiani, Lovita Fatihah, Sri Wibawani