SIDOARJO – Jalan Raya Sarirogo-Saimbang hanya dalam waktu dua jam saja sudah terjadi dua kali kecelakaan tunggal dan satu korban meninggal dunia, pada hari Rabu (26/02/2025).
Berita sebelumnya :
Jalan Raya Saimbang Makan Korban Jiwa
Disampaikan oleh Sekjend DPW LSM Gempar Jawa Timur Agus Subakti awalnya sudah terjadi kecelakaan pukul 17.05 WIB, korbannya seorang wanita dan tidak berselang lama pada pukul 18.30 Wib terjadi lagi bahkan lebih parah lagi.
“Insiden ini diduga akibat kondisi jalan yang berlubang parah dan tanpa ada tanda peringatan hingga mengakibatkan pengendara motor terjatuh” sampainya.
Agus Subakti menambahkan, saat mengetahui kejadian tersebut, langsung menginstruksikan melalui pesan WA Group anggotanya dari DPD Sidoarjo untuk turun ke lapangan guna membantu penanganan awal di lokasi kejadian.

“Saya hanya mengintruksikan kepada anggota saya di DPD LSM Gempar Sidoarjo untuk menambal beberapa lubang jalan, karena hari sudah malam dan kurangnya material akhirnya kami hentikan dan rencana kami lanjutkan besok. Betapa kagetnya kami, disaat istirahat itulah terjadi lagi kecelakaan di ruas jalan yang sama hanya dalam tempo waktu dua jam dan tragisnya menyebabkan korban meninggal” ungkap Agus.
Menanggapi insiden ini, anggota LSM Gempar DPD Sidoarjo segera bergerak cepat dengan menutup lubang di jalan menggunakan material seadanya. Aksi ini dilakukan sebagai langkah darurat untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi di lokasi yang sama.
“Korban pertama diketahui seorang wanita asal Trosobo yang sedang dalam perjalanan untuk berobat di daerah tersebut. Korban kedua warga Surabaya dan akhirnya meninggal dunia di RS.Rohman Rohim Sukodono” jelasnya.
Kejadian tersebut dikarenakan terjadi dan diketahui langsung olehnya maka Agus Subekti selaku Sekjend dari sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat menegaskan pernyataannya dan harapannya.
“Kami menilai bahwa insiden ini merupakan bentuk kelalaian dari pihak yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan jalan. Jalan yang berlubang dan dibiarkan dalam kondisi berbahaya sangat mengancam keselamatan para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat” tegasnya.
“Sudah seharusnya ada langkah konkret dan segera dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk memperbaiki infrastruktur ini sebelum lebih banyak korban berjatuhan” lanjutnya.
Adapun pernyataan yang dituntut adalah :
1. Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait segera melakukan perbaikan jalan berlubang di Sidoarjo, khususnya di jalur rawan kecelakaan.
2. Audit dan inspeksi rutin terhadap kondisi jalan untuk mencegah kecelakaan akibat infrastruktur yang tidak layak.
3. Tanggung jawab yang jelas, termasuk kemungkinan adanya sanksi bagi pihak yang lalai dalam menjaga kualitas jalan.
4. Pemberian santunan bagi korban dan keluarganya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas kelalaian ini.
Baca juga :
Wujudkan Swasembada Pangan, Polresta Sidoarjo Panen Raya Jagung Tahap I
“Kami berharap tidak ada lagi korban akibat buruknya infrastruktur jalan di wilayah ini. Jangan sampai ketidakpedulian pemerintah menjadi penyebab hilangnya nyawa masyarakat yang seharusnya bisa dicegah dengan tindakan yang cepat dan tepat, justru sebaliknya dan membuat hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah” pungkasnya.
Selain itu, Agus Subekti dan warga juga mengimbau para pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalan yang rawan berlubang. @dieft












