Kapolsek Gedangan Terkesan Enggan Temui  Awak Media Saat Konfirmasi Penggerebekan Dugaan Arena Sabung Ayam

Foto: Kapolsek Gedangan Terkesan Enggan Temui  Awak Media Saat Konfirmasi Penggerebekan Dugaan Arena Sabung Ayam.

Kapolsek Gedangan Terkesan Enggan Temui  Awak Media Saat Konfirmasi Penggerebekan Dugaan Arena Sabung Ayam

SIDOARJO, kasatmata.id |  Sangat disesalkan, sikap Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung GPW, SH, M.Ap yang terkesan enggan temui awak media untuk memberikan konfirmasi terkait penggerebekan dugaan arena sabung ayam menuai perhatian dari Pokja Polresta Sidoarjo.

Baca juga:

Balita Gibran Septian Ditemukan Meninggal di Sungai Kalikajang, 13 KM dari Lokasi Tenggelam

Sejumlah jurnalis dari lima media, termasuk media online Piramida, telah melakukan upaya untuk mendapatkan keterangan resmi terkait penggerebekan yang dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu Desa Sruni dan Desa Kebon Anom, Kecamatan Gedangan.

Para wartawan yang tergabung dalam Pokja Polresta Sidoarjo tersebut menyatakan telah mengikuti prosedur yang berlaku dengan melapor dan mengajukan permohonan izin temu melalui petugas Satuan Pengendalian Keramaian dan Traffik (SPKT) Polsek Gedangan. Namun, mereka tidak dapat bertemu langsung dengan Kapolsek.

Foto: Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung GPW, SH, M.Ap saat di lokasi pengerebekan sabung ayam.

Melalui petugas, Kapolsek Gedangan menyampaikan bahwa saat ini belum dapat menerima kunjungan siapapun dengan alasan kondisi kesehatan. “Maaf, saya lagi sakit, tidak bisa menemui siapapun,” ucap pesan yang disampaikan pihaknya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik, yang merupakan aspek penting dalam membangun kepercayaan antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Baca juga:

Pemkab Sidoarjo Manfaatkan CFD, Maksimalkan Layanan Publik dan Dorong Ekonomi UMKM

Hingga saat berita ini diterbitkan, konfirmasi melalui WhatsApp pribadinya juga Kapolsek Gedangan belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait detail hasil penggerebekan maupun dugaan aktivitas sabung ayam di kedua lokasi tersebut. Para jurnalis berharap pihak kepolisian dapat segera memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar di masyarakat menjadi akurat dan tidak menimbulkan spekulasi yang tidak perlu. @dieft