Balita Gibran Septian Ditemukan Meninggal di Sungai Kalikajang, 13 KM dari Lokasi Tenggelam

Foto: Gibran Septian, yang dilaporkan tenggelam di belakang rumahnya di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, pada Rabu (09/04/2026), ditemukan mengapung di aliran Sungai Kalikajang sekitar pukul 10.05 WIB pada Minggu (12/04/2026).

Balita Gibran Septian Ditemukan Meninggal di Sungai Kalikajang, 13 KM dari Lokasi Tenggelam

SIDOARJO, kasatmata.id | Perjuangan selama lima hari oleh tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jasad balita Gibran berusia 2 tahun, Gibran Septian, yang dilaporkan tenggelam di belakang rumahnya di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, pada Rabu (09/04/2026), ditemukan mengapung di aliran Sungai Kalikajang sekitar pukul 10.05 WIB pada Minggu (12/04/2026). Lokasi penemuan berjarak sekitar 13 kilometer dari titik awal kejadian diperkirakan terjadi.

Baca juga:

Pemkab Sidoarjo Manfaatkan CFD, Maksimalkan Layanan Publik dan Dorong Ekonomi UMKM

Operasi pencarian intensif melibatkan sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Basarnas Surabaya, TNI, Polri, serta para relawan dan warga setempat. Penyisiran dilakukan secara mendalam mulai hari pertama kejadian hingga ke radius belasan kilometer sebelum akhirnya korban ditemukan.

Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pencarian. “Alhamdulillah, di hari kelima ini korban berhasil ditemukan. Ini hasil kerja keras bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini,” ujarnya di lokasi evakuasi.

Setelah dievakuasi dari sungai, jenazah langsung diidentifikasi oleh keluarga dengan pendampingan aparat kepolisian, yang memastikan bahwa jasad tersebut adalah Gibran Septian. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk menjalani proses visum.

Foto: Operasi pencarian intensif melibatkan sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo, Basarnas Surabaya, TNI, Polri, serta para relawan dan warga setempat.

Kapolsek Tanggulangin, Kompol Anggono Jaya, mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang solid selama proses pencarian dan ia menjelaskan bahwa proses hukum akan dilakukan sesuai prosedur. “Tujuan visum adalah menentukan apakah terdapat unsur pidana atau murni kecelakaan tenggelam. Saat ini, kami masih menunggu hasil medis resmi untuk langkah selanjutnya,” tegasnya.

Kepala Desa Kalidawir, Maksun SP, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang bekerja tanpa henti. “Atas nama pemerintah desa, keluarga korban, dan masyarakat, kami berterima kasih sebesar-besarnya. Dedikasi tim SAR sungguh luar biasa dalam membantu warga kami yang tertimpa musibah,” ungkapnya. Ia juga mengucapkan permohonan maaf jika terdapat kekurangan selama proses pencarian dan berharap sinergi tersebut tetap terjaga di masa depan.

Maksun menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama bagi mereka yang tinggal di pemukiman berdekatan dengan aliran sungai.

Baca juga:

Polres Jombang Cek Ketersediaan LPG 3 Kg di SPBE Pastikan Distribusi Lancar

Keberhasilan menemukan korban meskipun dalam kondisi duka menjadi penutup penting bagi keluarga, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu memberikan hasil maksimal dalam penanganan situasi darurat. @ dieft